Empat undang-undang haji yang harus diketahui

Haji adalah pilar dari Islam kelima. Dalam ketentuannya, haji harus dilakukan jika mampu. Ulama sepanjang usia juga menyetujui ibadah hukum Fardu Ain untuk Muslim yang telah memenuhi persyaratan yang diperlukan, yaitu Islam, Balig, Merdeka, dan sehat fisik serta jasmani tautan blog.

Haji minimum dilakukan sekali seumur hidup. Jika satu persyaratan harus dipenuhi, hukum tidak wajib.

Meskipun itu adalah Fardu Ain, dalam ilmu fiqh yang dipanggil di Indonesia Fikih Encyclopedia 6: Haji dan Umrah, Bab 3 tentang Haji Hukum, Ahmad Sarwat menjelaskan, ada empat undang-undang haji yang perlu diketahui oleh umat Islam, yaitu:

Harus
Wajib di sini tidak hanya terbatas pada pertama kalinya, tetapi juga karena Nazar, Qadha atau karena murtad dan kembali ke Islam.

Kondisi yang cukup dan tidak pernah hajed sejak Balig, maka dia harus untuk pertama kalinya melaksanakan haji. Sikapnya mengadakan ziarah ini sebagai haji Islam. Arti haji harus bergaul dengan Islam.

Mengenai Nazar, seorang Muslim yang telah haji, tetapi dia kemudian memberinya ziarah jika doanya terpenuhi, maka itu wajib baginya untuk mengimplementasikan kembali haji. Meskipun ziarah kedua dan seterusnya hukum yang relevan adalah Sunnah, tetapi jika sudah Bernazar, itu menjadi wajib baginya lagi untuk melakukan pilar kelima Islam.

Sementara itu wajib dalam hal Qadha yang dimaksudkan, jika seorang peziarah tidak melaksanakan Wukuf di Arafat pada 9 zulhijah karena satu hal lainnya, diperlukan untuk mengulangi Haja pada tahun berikutnya meskipun ia pernah belajar sebelumnya.

Bagi laporan itu, dalam pandangan Al-Malikiyah Mazhab, seseorang yang telah melakukan haji, maka murtad dari Islam, ketika ia kembali kepada Islam, maka adalah wajib baginya dengan senang hati. Sebabnya, kerana ketidakpercayaan telah menghilangkan amal yang telah dilakukannya, termasuk Haji.

Tetapi mazhab Al-Syafi’iyah melihat orang-orang murtad dan kembali kepada Islam, ziarah dia tidak dipadamkan, jadi ia tidak perlu mengulang lagi.

Cahaya matahari.
Sunnah Haji dilakukan untuk kedua-dua kali atau melakukan kanak-kanak yang tidak mempunyai Balig tetapi sudah Mumayyiz. Kerana perintah ziarah hanya seumur hidup.

Macruh.
Sebagai contoh, ziarah berulang-ulang dengan menghabiskan banyak kos, sementara orang di sekitar mereka kelaparan. Begitu juga, wanita yang komited tanpa izin suaminya.

Tidak sah
Hajj Hajj Jika kos pelaksanaan ibadat ini diperoleh dari jalan yang salah, contohnya hasil merompak, menipu, mencuri, wang, rasuah, rasuah dan lain-lain.

Walau bagaimanapun, dalam pengetahuan mengenai undang-undang haramnya, apabila haji selesai dan semua terma dan tiang-tiang itu dipenuhi, hamba-Nya secara sah dan sah dan sah untuk menjalankan ibadatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *